Natadecoco

Natadecoco

Friday, January 23, 2009
Membicarakan bisnis kelapa memang bisa tak habis-habisnya. Maklum, seluruh bagian dari tumbuhan satu ini mulai dari akar, batang, bunga, buah, dan daunnya bisa mendatangkan rupiah.
Air kelapa bisa diolah menjadi santapan ringan berupa sari kelapa atau nata de coco.
Limbah terbuang berupa air kelapa tersebut dapat diolah menjadi makanan yang menyegarkan, bebas lemak, kaya serat, dan bermanfaat untuk mencegah obesitas. Di luar itu, olahan air kelapa itu pun bisa menjadi lahan bisnis yang memberikan keuntungan menggiurkan, bahkan sampai 300%.

Secara teori, membuat nata de coco memang mudah, tapi nyatanya seringkali hasilnya tak sesuai dengan teori. Jadi berhasil atau gagal dari produksi lebih banyak ditentukan oleh nasib.

Membuat nata ini memang tak mudah. Harus sabar, karena kegagalan itu sering tak bisa diprediksi. Begitu pula keberhasilannya. Jadi wajar kalau banyak orang yang memproduksi nata, tiba-tiba gulung tikar.

Namanya usaha pasti ada untung ada ruginya.Oleh karena itu jika memang ada orang yang ingin menjalankan usaha membuat nata de coco, maka yang paling penting adalah kesabaran dan mampu menciptakan pasar eceran di warung atau pasar tiap harinya. Tantangan terberat dari usaha ini bukan pada pemasaran dalam jumlah besar, tapi produksinya. Kalau produksi nata itu bisa dipastikan hasilnya, maka tingkat kerugian bisa dihitung.

" Dari segi keuntungan, produksi sari buah kelapa lumayan. Minimal margin keuntungan yang bisa didapat adalah 30% karena biaya pokok produksi per kilo sangat murah. Sedangkan harga per kilogram nata de coco untuk partai besar mencapai hampir dua kali lipatnya. Di hari-hari besar, seperti pada hari Lebaran atau Natal, permintaan nata de coco biasanya melonjak tiga kali lipat dari kebutuhan rutin hari biasa sehingga harga jual di pasar pun sering naik hingga 50% dari harga biasa.
Proses pembuatan nata de coco, sebenarnya tidak terlalu rumit dan tidak butuh teknologi tinggi. Cukup dengan menyiapkan nampan-nampan plastik sebagai media fermentasi. Air kelapa yang jadi bahan dasar pembuatan sari kelapa itu dimasukkan ke dalam panci kemudian direbus selama selih kurang 2 jam.
Selanjutnya,dalam setiap 100 lt air kelapa ditambahkan 300 gram gula putih, 300 gram zet A (sejenis bahan kimia berbentuk serbuk yang berperan dalam proses pembentukan lembaran-lembaran nata de coco) dan 1 sendok makan sitrun. Setelah mendidih, air kelapa dituangkan dalam nampan-nampan plastik, dan dibiarkan hingga dingin.Setelah dingin, dalam setiap nampan (ukuran 1 lt) ditambahkan sekitar 150 cc bibit nata dan ditutup rapat dengan kertas koran.
Lalu nampan-nampan tadi diikat dengan karet-karet pengikat untuk diproses fermentasi selama 7 hari. Setelah 6 sampai 7 hari, akan terlihat lembaran-lembaran putih dengan tinggi sekitar 1 cm hingga 1 1/2 cm. Lembaran putih itulah yang dikenal sebagai nata de coco.Khusus untuk bibit nata de coco, selain dapat dibeli di toko-toko kimia seharga kira-kiraRp 15.000/botol ukuran 1 lt, juga dapat diproduksi sendiri.
Untuk pembuatannya, dari 25 lt air kelapa menghasilkan 60 botol bibit yang dapat digunakan untuk keperluan selama 6 bulan. Di pasaran, harga jual nata de coco rata-rata Rp 1.000 per lembar. "Setiap lembar nata beratnya sekitar kurang lebih1 kg an. Berarti, jika berhasil membuat 1,2 ton nata/minggu maka akan menghasilkan Rp1,2 juta atau Rp 4,8 juta/bulan.
Potongan-potongan itulah yang kemudian dijual ke konsumen atau diolah kembali menjadi manisan, minuman ringan, campuran es teler atau dikemas dalam gelas plastik dan dijual Rp 500/gelas.
Sumber: Peluang Bisnis Anda