Rambak Cakar

Rambak Cakar

Friday, January 23, 2009
Cakar ayam untuk bahan pembuatan rambak cakar harus dipilih yang cukup gemuk. Hal ini dilakukan agar kulit ayam yang diperoleh cukup tebal sehingga dalam pengambilannya (pengelupasan kulit dari cakarnya) tidak mengalami kesulitan dan rambak yang dihasilkan pun akan tampak bagus.

Bahan baku penunjang dalam pembuatan rambak cakar ayam adalah

1. Air kapur

Air kapur dibutuhkan untuk merendam cakar ayam yang akan diproses menjadi rambak. Perendaman dimaksudkan agar cakar ayam dapat mekar atau menggelembung jika digoreng. Takaran kapur kira-kira 2 % dari berat semua bahan cakar ayam. Kapur dilarutkan dalam air secukupnya, setelah larut cakar ayam dimasukkan.

2. Ketumbar

Sebagai bumbu penyedap dan menambah kelezatan pada rambak serta untuk menhilangkan bau anyir pada cakar ayam. Untuk 1 kilogram cakar ayam dibutuhkan kira-kira 50 gram ketumbar.

3. Bawang putih

Sebagai pelengkap bumbu, selain itu juga memberikan rasa sedap dan gurih pada rambak. Bawang putih diperlukan 150 gram untuk setiap kilogram cakar ayam.

4. Minyak goreng

Sebagai bahan utama untuk menggoreng.

5. Garam

Selain memberikan rasa gurih dan asin, tetapi juga berfungsi untuk membunuh bakteri.

Salah satu faktor yang menunjang pemasaran adalah kemasan yang baik. Karena rambak cakar ayam merupakan hasil gorengan yang mudah sekali melempem, kemasan juga berfungsi untuk melindungi produk tersebut dari kerusakan atu perubahan kualitas akibat bersentuhan dengan udara luar.

Pembuatan Rambak Cakar Ayam

Bahan :

\ Cakar ayam 1 Kg

\ Garam 100 gram

\ Bawang putih 150 gram

\ Ketumbar 50 gram

\ Kapur 20 gram

Cara :

1. Cakar ayam diseleksi dan dicuci sampai bersih.
2. Cakar ayam yang sudah dibersihkan kemudian direndam dalam larutan (air) kapur, yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Dengan cara melarutkan 20 gram akpur dalam air secukupnya. Waktu perendaman kurang lebih 4 – 5 jam.
3. Setelah direndam cakar dicuci sampai bersih dari sisa-sisa kapur, dengan air mengalir.
4. Cakar direbus sampai matang (tidak kenyal) kemudian ditirskan selama kurang lebig 5-10 menit.
5. Setelah dingin cakar dikuliti secara hati-hati dengan pisau atau gunting
6. Diberi bumbu (bawang putih, ketumbar dan garam) yang sudah dihaluskan dan ditmabhan sedikit air. Cakar direndam kira-kira 3-5 menit.
7. Cakar dijemur di tampah atau wadah lain sampai kering benar.
8. Digoreng dalam minyak yang panas dan semua cakar terendam minyak.
9. Dikemas dalam plastik atau toples.

KESIMPULAN

Rambak cakar ayam tergolong makanan ringan yang memiliki sifat renyah (keras tapi mudah patah). Kerenyahan inilah sebenarnya yang membuat rambak cakar ayam banyak disukai konsumen. Apalagi selain renyah, rasanya juga enak, tahan lama, praktis, dan dapat dinikmati kapan saja (terutama di saat santai).

Tingginya permintaan dan konsumsi masyarakat mendorong besarnya peluang usaha pengolahan produk keripik cakar ayam. Peluang pengolahan produk dapat dilakukan siapa saja baik dalam skala menengah maupun skala kecil. Selain permodalan yang dibutuhkan tidak terlalu besar, proses produksinya pun tidak terlalu rumit.

Sebagai bahan baku rambak cakar sebenarnya merupakan daging dan kulit yang ada di bagian kaki. Oleh karena itu, kandungan gizi antara cakar dan daging ayam bias dikatakan relative sama. Seperti halnya daging ayam, cakar ayam juga mengandung protein, kalori, kalsium, fosfor, lemak, besi, dan vitamin A serta B1. Meski zat-zat gisi tersebut jum;ahnya bervariasi, tetapi kandungan protein, kalori, dan fosfornya cukup tinggi.

Kemasan yang dipilih adalah kemasan yang bias melindungi rambak dari benturan dan pengaruh lingkungan seperti jangan sampai terkena air ataupun udara bebas yang bias mengakibatkan melempem (tidak renyah lagi). Bahan yang tepat utnuk menjaga agar rambak tidak cepat melempem diantaranya plastik, alumunium foil, kaleng atau bahan lain yang tidak tembus udara dan terkontaminasi dengan cairan minyak yang mengakibatkan perubahan rasa atau bentuk dari rambak.

DAFTAR PUSTAKA

Widjaja, Kartika ; Abdullah, Said. 2003. Peluang Bisnis Ayam : Ras dan Buras. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.

Sutejo, Ana; Damayanti, Widya. 2000. Rambak cakar ayam. Trubus Agrisarana. Surabaya.